teh chin chau
obat kencing manis termanjur
Selama ini penyakit diabetes melitus atau
kencing manis, menurut aturan medisnya, tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa
dikontrol lewat asupan makanan yang benar, obat-obatan dan olahraga. Namun,
pengalaman Darwin Kiro– peraih gelar Bachelor of Chinese Medicine dari Research
Centre of Oriental Medicine Republic Singapore– mematahkan aturan medis
tersebut. Bahkan, ia menyatakan ramuannya bisa menyembuhkan penyakit diabetes
secara total.
“Ini
berdasarkan pengalaman saya dan ribuan pelanggan yang meminum ramuan Chin Chua
Mediabetea. Tidak hanya penyakit diabetes yang hilang, tetapi saya juga tidak
pantang makanan,” kata Darwin Kiro dalam percakapan dengan Suara Karya, dalam
sebuah kesempatan di Jakarta, belum lama ini. Ia menjelaskan, ramuan Chin Chau
yang dibuatnya menggunakan takaran pas dan tidak memiliki efek samping. Jamu
tersebut dapat membersihkan saluran pencernaan, dapat memperlancar saluran
pembuluh darah, menurunkan kadar kolesterol, menumbuhkan sel-sel baru,
mengembalikan fungsi pankreas, sehingga produksi hormon insulin menjadi lancar.
Dampaknya, produksi hormon insulin yang lancar dapat menetralkan
glukosa agar bisa diserap oleh lever dan otot sehingga lebih bertenaga,”
katanya. Menurut Darwin Kiro, penyakit diabetes mellitus adalah penyakit paling
jahat di dunia. Bahkan ia menjulukinya sebagai pembunuh bayangan yang mencabut
nyawa penderitanya secara perlahan-lahan sehingga mata buta, gagal ginjal, cuci
darah, serangan jantung, stroke, penyempitan pembuluh darah, pembuluh darah
kaku hingga amputasi.
Penderita diabetes selama ini dianjurkan untuk tidak banyak makan,
tidak boleh minum manis. Meski sudah diet makanan, penyakitnya tak kunjung
sembuh-sembuh. Malahan, tubuh menjadi kurang gizi, badan kurus tak bersemangat
dan sepanjang tahun mengkonsumsi obat-obatan yang bisa merusak ginjal. Pada
akhirnya, mereka juga harus menjalani cuci darah,” kata pak kiro
Ia menambahkan, jamu-jamu anti-diabetes lain yang ada di pasaran
hanya berguna untuk menurunkan kadar gula untuk sementara waktu. Kadar gula
akan turun jika kita mengkonsumsi, tetapi akan naik kembali jika menghentikan
pemakaian jamunya. Begitu juga dengan obat dokter yang hanya berguna untuk
menurunkan kadar gula, sehingga penyakit tersebut tidak bisa disembuhkan secara
total.
Darwin menegaskan, beda dengan jamu-jamu yang ada di pasaran, teh
Mediabetea terbuat dari 100 persen bahan alami. Teh Mediabetea diminum sebagai
pengganti air putih sehingga tidak perlu lagi minum air putih. Penderita
sebaiknya tidak minum teh di atas jam 8 malam, karena akan mengganggu tidur
akibat serih buang air kencing.
Penderita diabetes harus sabar dalam
mengkonsumsi teh Mediabetea karena setiap penderita memiliki kondisi yang berlainan.
Ada penderita yang 1 bulan sudah terlihat hasilnya, tetapi ada yang 7 bulan.
Selama masih terjadi regenerasi sel, berarti diabetes masih dapat disembuhkan,”
katanya.
Ditambahkan, ketika seseorang didiagnosa
mengidap diabetes, berarti penyakit itu telah lama dideritanya, namun baru
diketahui beberapa bulan terakhir. Ciri-cirinya adalah perasaan haus terus
menerus, mata rabun katarak yang tandanya lever telah terganggu. Kemudian jika
buang air kencing, setiap dua jam sekali. Berarti, organ ginjal sudah mengalami
gangguan.
Selama mengkonsumsi jamu, dapat terjadi sering
berkemih, urine bertambah keruh, tngan dan kaki sedkit bengkak, kadar gula
naik, diare, kepala pusing, adanya kotoran hitam. Reaksi yang terjadi pada
masing-masing orang berlainan tergantung pada kondisi badan masing-masing.
Reaksi itu hanya terjadi sementara, karena metabolisme dalam tubuh kita sedang
menormalkan kembali pankreas tubuh kita yang dinamakan “reaksi sembuh”.
“Selama mengkonsumsi jamu itu sebaiknya check
up setiap 1 bulan sekali untuk mengetahui kadar gula dalam tubuh kita. Obat
dokter/suntik insulin dapat dikurangi sedikit demi sedikit jika check up
menunjukkan menurunnya kadar gula dalam tubuh kita,” ujarnya.
Menurut Darwin, meski dalam 1-2 minggu kadar
gula darah sudah normal, penderita tetap harus mengkonsumsi teh Mediabetea
selama paling sedikit 4 bulan, karena sel lama dalam tubuh masih mengandung
gula dan sel lama masih berkembang biak sehingga ada kemungkinan diabetes dapat
kambuh kembali.
“Jika sudah sembuh, penderita tetap dianjurkan
untuk meminum ramuan 1 kali seminggu atau 2 kali seminggu, untuk mencegah
jangan sampai penyakit diabetesnya kambuh lagi,” katanya menegaskan. Penderita
diabetes pada bulan pertama hendaknya mengkonsumsi 2 bungkus tes Mediabetea ditambah
dengan 2 sendok makan kici, digodok dengan 1,5 liter air. Setelah masak,
diamkan selama 5 menit dengan api kecil. Setelah diminum, ampas the dimasak
lagi dengan 1 liter air.
Satu hal yang tak kalah penting dalam
pengobatan diabetes, selain menggunakan ramuan adalah berolahraga sedikitnya 30
menit setiap hari. Ketika berolahraga, otak tidak mengalami stress sehingga
mendorong terjadinya regenerasi sel dari yang rusak menuju sel-sel baru.
Sel-sel yang baru tentu saja lebih sensitif, sehingga dapat memerintahkan
pankreas untuk memproduksi insulin.
“Jika insulin sudah diproduksi, maka secara
otomatis gula darah dapat menurun. Dengan berolahraga, penderita diabetes dapat
sembuh lebih cepat,” tutur Darwin Kiro.
Ia mengingatkan, penderita diabetes untuk sementara
jangan memakan pepaya, pisang, jeruk dan softdrink karena kadar gulanya sangat
tinggi. Sebagai pengganti, hendaknya penderita memakan wortel, buncis dan tomat
sebagai pengganti buah-buahan. Caranya dengan memblender sayuran tersebut dan
diminum bersama ampasnya atau dapat dimakan sebagai lauk pauk.
Komentar
Posting Komentar